Usaha Pembuatan Aksesoris - Aksesoris dari Batu Alam dan Sisik Ikan Makin Digandrungi


Kalung, gelang, bros, dan anting merupakan aksesori yang paling banyak di pakai kaum hawa. Tak heran meski di tengah krisis, pelaku usaha pembuat atau penjual aksesori masih tetap eksis dan memiliki pasar yang tak pernah surut. Malah sebagian dari mereka tak pernah sepi pelanggan.
Seiring dengan gaya hidup masyarakat yang ingin kembali ke alam, kini mulai marak aksesori dari bahan - bahan yang mudah terjangkau harganya, namun tetap terlihat mewah, antara lain dari batu alam dan sisik ikan. Hal ini tak lepas dari kreasi para pelaku Usaha Pembuatan Aksesoris. Hanya dengan berani mengombinasikan beberapa bahan baku alam yang terjangkau sehingga menjadi produk yang layak jual dengan harga yang fantastis.
Kreasi memang menjadi hal mutlak dalam usaha ini. Kita harus berani keluar dari pakem umum, contohnya dengan membuat aksesoris dari sisik ikan. Agar memiliki selling point aksesori sehingga bisa tampil mewah, bisa menambahkan mute, kerang dan manik - manik dalam pembuatan kalung sisik ikan. Tidak hanya itu, sisik ikan yang warna dasarnya putih di ubah menjadi aneka warna dengan menggunakan pewarna alami. Misalnya hasil rebusan kulit bawang merah menghasilkan warna cokelat, kulit pisang menjadi warna khaki, ampas gergaji menjadi warna cokelat tua, dan daun pacar warna kuning. Dengan menggunakan bahan baku sisik ikan yang ramah lingkungan menyebabkan produk tidak menimbulkan efek samping seperti gatal-gatal pada kulit pemakai. Tidak hanya itu, aneka produk ini daya tahannya hingga puluhan tahun tanpa ada perubahan, baik warna maupun bentuk.

Ikuti Tren
Walaupun menggunakan bahan dari alam  yang mudah didapat, bukan berarti produk ini kalah pamor. Justru dengan kesederhanaan bahan bakunya menjadi produk ini makin di gemari publik. Saat ini aksesori dari bahan alam yang terjangkau seperti bahan batu alam yang di lilit dengan kawat tembaga yang di lapisi nilon dengan tehnik Wire Work juga sedang menjadi tren. Ini karena aksesori dari batu alam lebih awet ketimbang bahan material lain, dan memiliki tekstur desain yang cukup mewah dan menarik. Teknik Wire Work merupakan teknik merangkai aksesori yang dikombinasikan dengan rangkaian lilitan dan anyaman kawat ini selain tidak membuat alergi pada kulit, juga berbahan kuat namun lentur jika dianyam.

Perkembangan aksesori juga di pengaruhi oleh perkembangan fesyen busana. Karena aksesori biasa digunakan untuk mempermanis penampilan. Alhasil pelaku usaha pun harus mengikuti perkembangan tren fesyen yang tengah digandrungi. Pelaku usaha bisa mencari referensi dari media cetak, searching di internet dan melihat tren mode di televisi.

Pasar yang Luas
Dengan mengikuti tren dan selalu berinovasi membuat aksesori yang terbuat dari bahan alami ini tidak hanya digemari masyarakat Indonesia, tapi juga pasar luar negeri. Pasar mancanegara sangat prospektif, pembeli produk aksesori yang terbuat dari sisik ikan paling banyak dari Perancis, Belanda dan Australia. Sedangkan untuk aksesori dari batu alam banyak diminta oleh Jerman, Belanda, Jepang dan Malaysia.

Mengenai persaingan usaha terutama untuk pembuatan aksesori dari bahan limbah berupa sisik ikan, masih belum banyak di lirik orang, sehingga persaingannya belum ketat. Lain halnya dengan aksesori dari batu alam yang lebih kuat persaingannya, namun pembuatan produk aksesori batu alam dengan mengandalkan teknik Wire work yang hanya bisa dibuat secara handmade masih sedikit. Sehingga pelaku usaha tidak perlu takut dengan persaingan, apalagi dengan produk impor yang tidak mengandalkan kekuatan produk handmade. Apalagi bila pelaku usaha bisa membuat produk secara customized, hanya satu produk untuk satu jenis aksesoris, maka hal ini akan membuat konsumen merasa membeli produk eksklusif, apalagi pangsa pasar aksesori lebih banyak dari kelas menengah ke atas.

Tehnik Promosi
Walaupun pasar luar negri sangat moncer, tetapi pengusaha harus tetap berusaha untuk bisa merebut pasar yang luas di Indonesia. Karena itu, pelaku usaha harus memiliki trik tersendiri agar produk semakin dikenal. Menurut Rusman Hakim, pengamat marketing dan Direktur Gacerindo Training Center bahwa bagi pemula akan lebih baik mendisplay produknya di pameran - pameran. Biasanya pameran menjadi ajang pertemuan antara pembeli dengan pelaku usaha.

Tidak hanya itu, pameran bisa menjadi cara agar bisa bertemu dengan para Reseller yang ingin menjual produk kita kembali. Diawal usaha lebih baik agar Reseller diberikan kemudahan dengan bisa mengembalikan produk, jika yang dijual tidak laku. Ini salah satu cara untuk merekrut lebih banyak Reseller. Karena dengan semakin banyak Reseller akan memberikan dampak pada omset yang di peroleh.

Proyeksi Keuntungan
Diakui oleh beberapa pelaku usaha bahwa untuk usaha ini tidak membutuhkan modal yang besar, seperti yang dialami seorang pelaku usaha, Theodora De Lima (Dosen Fakultas Peternakan) untuk memulai usahanya hanya mengeluarkan modal awal sebesar Rp 1 juta, dan bisa balik modal hanya satu bulan saja. Namun meski modalnya kecil, tapi omset yang diraup dari Usaha Pembuatan Aksesoris dari bahan sisik ikan ini bisa mencapai Rp 20 - 30 juta per bulan dengan keuntungan sebesar 48%.

Nah, bagi anda yang ingin menggeluti Usaha Pembuatan Aksesoris dari bahan alami, bisa mempelajari secara otodidak dengan membaca buku ataupun browsing diinternet. Namun jika ingin mahir lebih cepat dalam membuat aksesori, bisa mengikuti kursus dengan biaya yang terjangkau antara Rp 300 ribu - Rp 500 ribu untuk 4 - 8 kali pertemuan. Satu kali pertemuan antara 1-2 jam. Selamat mencoba….!!!

Comments

Popular posts from this blog

Usaha Tenda Dan Tas Terpal Makin Berpeluang